Minggu, 08 November 2009

Memilih Kebahagiaan

Setiap manusia secara fitrahnya pasti mendambakan untuk bisa meraih kebahagian.

Ketika kita setiap harinya disibukkan dengan kegiatan mencari nafkah, pasti tujuannya karena kita ingin meraih kebahagiaan.

Ketika kita berusaha keras untuk mencari pasangan hidup, pasti karena kita juga ingin meraih kebahagiaan.

Suami istri yang terus berusaha untuk mendapatkan momongan, pasti karena ingin meraih kebahagiaan.

Bahkan ketika kita melakukan ibadahpun, pasti karena kita ingin meraih kebahagiaan.

Kebahagiaan adalah akhir. Akhir dari semua tujuan hidup kita.
Harta - benda, pangkat - jabatan, anak,- cucu, suami – istri hanya merupakan sebuah alat untuk meraih kebahagiaan.

Pertanyaannya, kalau semua hal tersebut hanya merupakan sebuah alat,saja, dimanakah letak kebahagiaan itu?
Kebahagian merupakan pilihan sikap kita yang berasal dari dalam hati.

Seseorang yang secara kasat mata terlihat seperti telah meraih semua kesuksesan, mempunyai wajah yang tampan dan gagah, istri yang cantik, anak yang lucu, harta yang berlimpah serta jabatan yang tinggi. Adakah jaminan kalau dia betul-betul telah meraih kebahagiaan? Jawabannya…. belum tentu…

Atau seseorang yang menurut kita terlihat seperti orang yang paling menderita, wajah yang sangat pas-pasan, ditinggalkan oleh pacar tercinta, kena PHK serta tidak memiliki harta benda. Menderitakah dia? Jawabannya juga sama…belum tentu…

Kebahagiaan adalah rasa yang timbul dari dalam hati. Kebahagiaan merupakan sebuah pilihan untuk merespon setiap episode kehidupan yang kita lewati.

Merugilah anda, ketika berkata ; Saya belum bisa bahagia karena belum punya pasangan, saya sedang menderita karena ditinggalkan pacar atau saya belum bisa bahagia kalau belum punya harta yang banyak dan jabatan yang tinggi.

Jangan sekali-kali menunda kebahagiaan, raihlah kebahagian itu mulai detik ini, UCAPKANLAH SELAMAT DATANG KEPADA KEBAHAGIAAN dan selamat tinggal selama-lamanya kepada kesedihan dan penderitaan.

Setiap episode apapun yang sedang dan akan kita jalani dalam kehidupan ini, pilihannya hanya satu…. KITA HARUS MEMILIH UNTUK TETAP BAHAGIA...

Mengapa begini...?

Nama-ku Chris,
Umur-ku tiga tahun,
Mata-ku bengkak…
Aku tidak bisa melihat.

Aku pasti anak yg bodoh,
Aku pasti anak yg nakal,
Apalagi yg dapat membuat,
Ayahku menjadi marah.

Aku berharap, keadaanku lebih baik,
Aku berharap, aku tidak jelek,
Jadi mungkin ibu-ku,
Akan tetap mau memeluk-ku.

Aku tidak bisa melakukan kesalahan,
Aku tidak diperbolehkan bicara sama sekali,
Atau..Aku akan dikurung ,
Sepanjang hari.

Ketika aku bangun,
Aku sendirian,
Rumah ini sangat gelap,
Keluarga-ku tidak ada dirumah.

Ketika ibu-ku pulang ke rumah,
Aku mencoba untuk menjadi baik,
Jadi aku mungkin hanya mendapatkan,
Satu cambukan dimalam hari.

Aku barusan mendengar suara mobil,
Ayahku baru pulang,
Dari Diskotik….

Aku mendengar sumpah serapahnya,
Nama-ku dipanggilnya,
Aku menekan diriku sendiri,
Merapat kedinding.

Aku mencoba untuk sembunyi,
Dari mata jahatnya,
Aku sangat ketakutan sekarang,
Aku mulai menangis.

Dia menemukan-ku sedang menangis,
Memanggilku dengan kata-kata buruk,
Dia mengatakan kalau semua itu adalah kesalahan-ku,
Atas penderitaannya dikantor.

Dia menamparku dan memukulku,
Dan berteriak lebih banyak lagi kepada-ku,
Akhirnya aku dapat bebas,
Dan lari menuju kepintu.

Dia sudah mengunci pintunya,
Aku mulai berteriak histeris,
Dia menarik-ku dan melemparkan- ku,
Pada dinding kamar yang keras.

Aku jatuh kelantai,
Dengan tulang yang patah,
Dan ayahku masih melanjutkannya,
Dengan lebih banyak lagi kata kata kotor yang diucapkan.

“Maafkan Aku, Ayah” teriak-ku,
Tetapi itu sudah sangat terlambat,
Wajahnya sudah berubah,
Menjadi bentuk yang tidak bisa terbayangkan..

Penderitaan dan rasa sakit,
Lagi dan lagi…
Oh Tuhan, berikan belas kasihan-Mu,
Oh..Biarlah ini cepat berlalu.

Dan akhirnya Diapun berhenti,
Dan menuju ke pintu kamar,
Ketika aku terbaring disana, tanpa bisa bergerak,
Tergeletak dilantai.

Nama-ku Chris,
Umur-ku tiga tahun,
MalaM ini ayahku,
Membunuh-ku.


Dan disini, didunia yang berbeda,
Aku berdoa semoga Tuhan mengampunimu Ayahku tersayang,



Note :

Ceritakan kembali kisah ini.
Jika engkau menentang Penyiksaan anak kecil.
Postkan kembali.

Paling sedikit ada sepuluh anak kecil di seluruh dunia yang meninggal karena penyiksaan.

Bantulah…Jika ada anak yang mendapat penyiksaan.
Lakukan pertolongan sebelum terlambat.

Powered By Blogger