Menjadi cerdas tidak berarti mengetahui segala jawaban. Terkadang, jawaban paling cerdas yang anda dapat katakan adalah “Saya Tidak Tahu”. Diperlukan rasa percaya diri dan kecerdasan extra untuk mengetahui ketidaktahuan anda. Dan saat anda melakukannya, anda sedang dalam proses mempelajari jawaban sesungguhnya.
Seringkali karena alasan kebanggaan dan mencegah rasa tidak aman, kita mengatakan tahu, padahal sebenarnya kita tidak tahu. Lewat cara ini, kita telah menyia-nyiakan kesempatan untuk belajar lebih lanjut. Percayalah, tidak ada salahnya anda tidak mengetahui suatu hal.
Bagian penting dari kebijaksanaan adalah mengetahui batas pengetahuan anda. Mengetahui apa yang anda tahu dan apa yang anda tidak tahu. Orang yang benar-benar cerdas adalah orang yang tahu dan mengerti, bahwa tak semua pertanyaan dapat ia jawab. Orang yang benar-benar cerdas adalah orang yang mau bertanya, mau belajar dan mau bertumbuh.
Gunakan pengetahuan yang anda miliki, dan miliki pengetahuan yng anda perlukan. Itu adalah jalan terbaik yang anda bisa tempuh.
*****************
Teman. Sediakanlah waktu untuk beberapa menit saja dalam sehari untuk melakukan perenungan. Lakukanlah dipagi hari yang tenang, segera setelah bangun tidur. Atau di malam hari sesaat sebelum beranjak tidur. Merenunglah dalam keheningan. Jangan gunakan pikiran untuk mencari berbagai jawaban.Dalam permenungan anda tidak dituntut untuk mencari jawaban. Cukup berteman dengan ketenangan maka anda akan mendapatkan kejernihan pikiran. Jawaban akan berasal dari yang bening, secara spontan.
Selama berhari-hari anda disibukkan oleh berbagai hal yang mempengaruhi pikiran anda. Sadarilah bahwa pikiran anda memerlukan juga istirahat yang cukup. Tidak hanya cukup dengan tidur. Anda perlu tidur dalam keadaan terbangun. Merenunglah dan dapatkan ketentraman dan kesegaran pikiran anda.
Pikiran yang digunakan itu bagaikan air sabun yang diaduk dalam sebuah gelas kaca. Semakin banyak sabun yang tercampur, akan semakin keruh air didalam gelas. Semakin cepat dan keras anda mengaduk, semakin kencang pusarannya. Merenung adalah menghentikan adukan dan membiarkan air berputar secara perlahan. Perhatikanlah partikel-partikel sabun yang turun satu persatu menyentuh dasar gelas. Benar-benar perlahan, dan tanpa suara. Bahkan mungkin anda mampu merasakan luruhnya partikel tersebut.
Kini anda akan mendapatkan air jernih yang tersisa di permukaan. Bukankah air yang jernih itu mampu meneruskan cahaya? Demikian pula halnya dengan pikiran anda yang bening. Semoga anda menemukan cahaya di hidup anda!
Tetap semangat, Tetap Tersenyum!!!
Panduan Turnitin …
10 tahun yang lalu


0 komentar:
Posting Komentar