Kemaren malem, waktu membuka buku-buku lamaku yang tertumpuk lesu di pojok ruangan, aku nemu puisi singkat yang mengingatkanku untuk kembali mengucap ‘terima kasih’ kepada Yang Esa.. Sekalipun singkat, Aku nemu makna yang dalem banget dari barisan-barisan kata ini :
Not more of light, I ask God - but eyes to see what is;
Not sweeter songs - but power to hear the present melodies;
Not greater strenght - but how to use the power that I possess;
Not more of love - but skill to turn a frown to a caress.
Kalo diterjemahkan, kurang lebihnya jadi seperti ini :
Bukan cahaya lebih terang yang kuminta ya Tuhan - tetapi mata yang lebih jeli untuk melihat.
Bukan pula lagu yang lebih indah - tetapi kemampuan untuk mendengar setiap nada yang sedang dimainkan.
Bukan pula kekuatan yang lebih besar - tetapi kemampuan untuk menggunakan seluruh daya yang aku miliki.
Bukan pula kasih yang lebih - tetapi kemampuan untuk membalikkan kemarahan menjadi pelukan mesra.
Panduan Turnitin …
10 tahun yang lalu


0 komentar:
Posting Komentar